Teknologi Web

 

Zaman dan teknologi, dua hal yang tidak bisa dipisahkan, mereka seakan berbanding lurus. Zaman yang dikatakan maju adalah zaman dimana teknologi-nya maju. Semakin berkembangnya zaman, teknologi juga semakin berkembang. Dewasa ini teknologi sudah menjamah ke berbagai sektor kehidupan, tak terkecuali dalam web, kini web telah berkembang menjadi lebih kompleks. Lalu apa  saja Teknologi dalam web itu? Daripada semakin penasaran langsung sadja hayuuu meluncuuurr~

Sebelum berbicara tentang teknologi dalam web, ada baiknya kita mengetahui apa teknologi web , jadi teknologi web adalah suatu teknologi yang berhubungan dengan antarmuka untuk menjembatani server web dan klien. Sederhananya teknologi web adalah suatu teknologi yang berbasis web dan dikembangkan dengan memanfaatkan bahasa pemograman web yang diakses menggunakan browser. Teknologi web mencakup bahasa markup, bahasa pemrograman, dan standar untuk mengidentifikasi dokumen serta tampilan. Contoh dari Teknologi web adalah jendela browser yang anda lihat saat ini.

Dalam membuat suatu web , seorang developer bisa bertindak sebagai Front-End Developer, Back-End Developer, atau bahkan Full-stack Developer. Mari kita bahas lebih lanjut.

Front-End

Bagian front-end dari sebuah webs adalah bagian yang langsung dilihat oleh user. User juga bisa langsung berinteraksi pada bagian ini. Bagian ini dibangun menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript.

HTML (HyperText Markup Languange) adalah tulang punggung dari web. Semua website yang kamu kunjungi dibuat menggunakan HTML. HTML menentukan struktur dan konten website. Versi terakhir dari HTML adalah HTML5.

CSS (Cascading Style Sheets) adalah bahasa pemograman yang mengontrol tampilan HTML pada halaman website. CSS menentukan warna, font, gambar background, dan bahkan bagaimana tampilan keseluruhan website-mu. Versi terakhir dari CSS adalah CSS3, yang menambahkan fitur seperti interaktifitas dan animasi dasar.

Kamu bisa menciptakan sebuah website hanya dengan menggunakan HTML dan CSS, tetapi yang benar-benar akan membuat website kamu tampil menarik adalah JavaScript. Dengan JavaScript, kamu bisa melakukan banyak hal, seperti interaktifitas, animasi yang lebih kompleks, dan bahkan kamu juga bisa membuat fully feature web application.

Front-end developer menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript untuk coding website. Mereka menciptakan design website dan kemudian membuat website tersebut dapat berfungsi. Sebagian website hanya menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript. Tetapi sebagian lainnya juga ada menggunakan back-end programming language.

Back-End

Back-end adalah bagian belakang layar dari sebuah website. Bahasa pemograman untuk back-end development diantaranya adalah PHP, Ruby, Python, dan banyak lainnya.

Satu hal yang akan kamu temui: tidak akan banyak perusahaan yang mem-posting lowongan kerja dengan kalimat “back-end developer”. Yang akan lebih sering kamu temui adalah lowongan pekerjaan untuk “Ruby developer”, “PHP developer”, dll.

Ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh JavaScript, namun dapat dilakukan oleh bahasa pemograman back-end. Kebanyakan sistem manajemen konten dibangun melalui back-end programming, contohnya pada aplikasi web yang kompleks. Belajar coding akan mengajarkan kamu menemukan solusi terbaik untuk berbagai masalah, dan terkadang back-end programming adalah bagian dari solusi tersebut.

Untuk membangun sebuah website yang berjalan dengan baik, back-end developer biasanya bekerjasama dengan front-end developer.

Full-Stack

Full-stack developer bekerja pada bagian front-end dan back-end. Mereka menguasai HTML, CSS, JavaScript, dan satu atau lebih bahasa pemograman back-end.

Perkembangan teknologi saat ini membuat perbedaan front-end dan back-end development menjadi semakin sedikit. Banyak hal yang sebelumnya hanya bisa dilakukan pada bagian back-end, dapat dilakukan juga melalui front-end. Ini membuat semakin banyaknya developer yang menguasai front-end dan back-end programming sekaligus. Pada saat ini, menjadi full-stack developer juga menambah nilai khusus kamu di mata perusahaan.

Tetapi, menjadi full-stack developer bukan berarti kamu harus mengerjakan keseluruhan kode baik front-end atau back-end sebuah website. Kebanyakan full stack developer tetap menghabiskan waktunya pada satu bagian programming saja. Namun, kelebihan dari full-stack developer adalah mereka bisa melakukan analisa masalah pada kedua bagian programming. Ada juga beberapa full-stack developer yang mengerjakan semuanya sendiri, biasanya ini terjadi jika mereka freelance atau satu-satunya developer yang berkerja pada sebuah project.

Bagian paling menarik dari web development adalah sifatnya yang terus berkembang. Apa yang dimaksud sebagai “front-end” atau “back-end” pada saat ini, bisa saja akan berubah secara drastis dalam beberapa tahun ke depan. Mempelajari keduanya akan membuat kamu lebih mempunyai nilai, gampang beradaptasi, dan berpandangan ke depan.

Seiring berkembangnya teknologi, membuat web semakin mudah dengan adanya framework. Framework adalah sebuah software untuk memudahkan para programer untuk membuat sebuah aplikasi web yang di dalam nya ada berbagai fungsi diantaranya plugin, dan konsep untuk membentuk suatu sistem tertentu agar tersusun dan tersetruktur dengan rapih. Contoh framework front-end diantaranya Bootstrap, ReactJS, Angular, dll. Dan untuk framework back-end ada duo Laravel dan Codeigniter sebagai framework back-end terpopuler untuk saat ini.

Jadi itulah perkembangan teknologi web yang sudah sangat kompleks saat ini. Web saat ini menjadi wadah penyampaian informasi yang paling efektif dan paling banyak digunakan oleh para netter dan bahkan dari semua golongan masyarakat.

 

Source:

https://shintamursi.wordpress.com/2014/02/25/teknologi-web/

http://iyayaciemy.blogspot.com/2016/01/definisi-teknologi-website.html

https://skillcrush.com/2017/02/27/front-end-back-end-full-stack/

View at Medium.com

View at Medium.com

Leave a comment